www.cuamanah.org | CREDIT UNION AMANAH TONGAS | KANTOR PELAYANAN PUSAT :Jl.Raya Tongas Probolinggo (Belakang Masjid Arroyyan), Kec Tongas Kabupaten Probolinggo Telp. 082333183071 |TP PROBOLINGGO : Jl.Wilis No.7 Kota Probolinggo No. Telp. : 082333183071 |TP. Lumbang :Dusun Krajan RT.07/RW.02 Desa Lumbang Kec. Lumbang Kab. Probolinggo Telp. : 085231436429 | BADAN HUKUM NO : 518/BH/XV1.22/339/426.110/2011

Sejarah

SEJARAH BERDIRINYA

CU AMANAH TONGAS

 

A.    MASA PERINTISAN

Credit Union (CU)  Amanah Tongas berdiri karena dipicu oleh rasa keprihatinan dari sebagian warga NU yang melihat bahwa banyak warga NU itu yang sangat lemah ekonomi bahkan banyak yang miskin. Sebagian besar dari mereka adalah para petani dan nelayan yang justru pemasok pangan dan ikan terbesar secara nasional, namun nasib mereka sungguh mengenaskan. Oleh karena itu pada tahun 2000, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU (Lakpesdam NU) Kab. Probolinggo yang baru pertama kali dibentuk dengan ketuanya Misbahul Munir AA, menangkap kegelisahan dan rasa keprihatinan sebagian warga  NU tersebut dengan mengadakan pemberdayaan pada masyarakat Petani dan Nelayan yang dipusatkan di Kec. Tongas, Kab. Probolinggo Jawa Timur.

 

Usaha Lakpesdam NU Kab. Probolinggo ini kemudian mendapat Apresiasi dari Sekreatriat Pelayanan Tani Nelayan Hari Pangan Sedunia (SPTN-HPS) Yogyakarta untuk bekerja sama dalam proses pemberdayaan masyarakat Tani dan Nelayan dengan mengadakan pendampingan secara Intensif yang juga dimulai pada tahun 2000. Bentuk-bentuk pemberdayaan telah banyak yang dilakukan terutama untuk menciptakan pertanian organik dan nelayan lestari yang lebih mengedepankan kearifan lokal dan kelestarian alam. Dalam proses pendampingan selam dua tahun (2000-2002) ternyata masih belum menujukkan perubahan yang cukup signifikan terutama tentang masalah ekonomi. Hal ini kemudian dikaji lebih dalam untuk mengetahui penyebab dari kurang bertumbuhnya ekonomi masing-masing anggota. Sesuai dengan kajian SPTN-HPS Yogyakarta dan Lakpesdam NU Kab. Probolinggo menyimpulkan bahwa para Petani dan Nelayan ini tidak berdaya secara ekonomi karena mereka ini terjerat kepada sistem mereka sendiri yaitu :

  1. Para Petani terjerat kepada para Ijon

Sistemnya adalah ketika para petani kecil ini tidak punya modal untuk biaya tanam, maka mereka meminjam modal kepada tukang Ijon (baik berupa uang atau bibit, pupuk dan lain-lain) dengan kompensasi bahwa setelah panen, maka hasil panennya harus dijual kepada si tukang Ijon tadi dengan harga yang ditetapkan oleh si Tukang Ijon. Hal inilah yang menyebabkan mereka (para petani) tidak berdaya secara ekonomi sehingga kehidupan mereka selalu berputar seperti itu sehingga pada akhirnya terjebak kepada sistem rentenir, hal inilah yang menjadikan mereka miskin.

  1. Para Nelayan terjerat kepada Tengkulak

Sistem yang terjadi para nelayan hamper sama, yaitu ketika para nelayan mau melaut, mereka pinjam modal untuk biaya melaut (terutama untuk beli solar) kepada tengkulak dengan kompensasi bahwa hasil tangkapannya (ikan) harus di jual kepada si tengkulak itu dengan harga yang di tetapkan oleh si tengkulak, sehingga para nelayan tidak bisa menjual secara bebas hasil tangkapannya dengan harga yang diatur oleh si nelayan sendiri. Hal inilah yang membuat si nelayan tidak berdaya secara ekonomi dan mereka tetap miskin.

 

Dengan adanya sistem kehidupan yang tidak berkeadilan itulah maka PC Lakpesdam NU Kabupaten Probolinggo dan SPTN HPS Yogyakarta kemudian melakukan riset kecil-kecilan agar para tani nelayan ini berdaya secara ekonomi yang pada intinya untuk memutus mereka (Tani-nelayan) dengan sistem seperti itu (terjerat kepada tukang Ijon dan tengkulak). Tani – nelayan diharapkan nanti meminjam modal usaha dari lembaga keuangan yang akan kita gagas dan menghilangkan ketergantungannya kepada Ijon dan tengkulak. Proses ini akhirnya dilakukan oleh FOSNU (Forum Silaturrahim Warga Nahdlatul Ulama) Probolinggo untuk menekuni dan belajar secara sungguh-sungguh tentang usaha bersama dibidang ekonomi. Melalui riset tersebut, Fosnu Probolinggo dan SPTN HPS Yogyakarta memutuskan untuk membuat sebuah usaha yang bergerak di bidang permodalan. Akhirnya setelah belajar dengan semua sistem pemberdayaan ekonomi dan permodalan yang ada maka yang paling tepat adalah membentuk lembaga keuangan sendiri dengan bentuk “Koperasi”. Dengan mempertimbangkan semua jenis koperasi yang ada terutama dilingkungan Nahdlatul Ulama (NU) seperti Koperasi Annisak (Muslimat NU), Koptanu (Koperasi Pertanian NU), Kopsim (Koperasi Syirkah Mu’awanah), Kowina (Koperasi Wira Usaha Ansor), dan koperasi lain, maka pilihan koperasi yang tepat adalah berbentuk CU (Credit Union) dengan sistem yang jelas dan aturan ketat, karena lebih mementingkan pemberdayaan anggota melalui “Pendidikan”. Pemberdayaan ekonomi itu adalah target yang kedua, namun yang utama dalam CU adalah pemberdayaan Sumber daya Manusia melalui serangkaian pendidikan yang menjadi roh dari CU. Alasan lain dalam memilih CU adalah:

1.      Pembukuan dilakukan melalui Komputer dan terbuka untuk anggota.

2.      Pengurus tidak menerima Gaji  dan yang digaji hanya Staf (karyawan)

3.      Ada LKSB (Laporan Keuang dan Statistik Bulanan) yang di temple dalam papan pengumuman sebagai informasi laporan keuangan dalam setiap bulan untuk anggota.

4.      Harus ada Rapat Anggota Tahunan (RAT) setiap tutup Buku.

5.      CU juga tidak mengenal kelompok, ras, agama dan golongan seperti Koperasi lain yang foakus kepada salah satu komunitas seperti Koperasi Khusus Pegawai Negeri (KPRI), ada Koperasi karyawan (Kopkar), Koperasi Wanita (Kopwan), dan koperasi sejenis yang membatasi anggotanya dalam komunitasnya sendiri. Tapi CU memang terbuka ke-anggota-annya sesuai dengan prinsip Koperasi.

6.      CU tidak boleh mengurus usaha lain kecuali hanya memutar keuangan anggota, sehingga kalo ada peluang usaha lain maka anggota yang di dorong untuk membuka Usaha tersebut  dan modalnya pinjam ke CU.

7.      Harus ada pendidikan dan Pelatihan kepada calon anggota dan para anggota untuk merubah pola pikir dan karakter anggota agar lebih berdaya dengan menghapus anggapan orang bahwa koperasi hanya untuk meminjam dan kalau hendak menabung ke Bank serta merubah pola pikir anggota yang hanya bekerja untuk cari uang, yang seharusnya Uang yang bekerja untuk kita.

8.      CU harus membantu semua anggotanya agar lebih sejahtera, bukan malah menjadi tambah sengsara.

9.      CU harus mampu membiayai hidupnya sendiri, tidak boleh minta-minta bantuan kepada pihak ketiga, apalagi kepada pemerintah.

 

Pada tahun 2002, Lakpesdam NU Kab. Probolinggo mengirimkan 2 orang kader NU yaitu Anik Nur Hayati dan M Nizar (semuanya aktifis IPPNU dan IPNU Tongas) untuk berlatih dengan sistem Magang tentang Koperasi dan CU di Kopdit (Koperasi Kredit) Sawiran, Kec. Nongko Jajar Kab.Pasuruan selama dua minggu dengan biaya dibantu oleh SPTN HPS Yogyakarta. Sepulang Dari Pelatihan, kemudian dirintis CU di Tongas dan rapat pertama kali laksanakan dirumah seorang tokoh NU Tongas yaitu Abdur Rahman, dengan agenda mempersipakan pertemuan yang lebih luas untuk pembentukan Koperasi. Tak lama kemudian diadakan pertemuan yang dimaksud dengan mengundang tokoh-tokoh NU dan akhirnya sepakat membentuk Koperasi dengan mengadopsi sistem Credit Union (CU) setelah mendengar paparan dari 2 orang yang telah dilatih di Sawiran.

 

CU ini kemudian dirintis dan disosialisasikan kepada seluruh masyarakat terutama warga NU, dan pada saat pertemuan besar dilaksanakan maka diputuskan bahwa:

a.       CU yang dibentuk bernama “CU Amanah Tongas” .

b.      CU Amanah Tongas didirkan oleh warga NU tetapi tidak ada ikatan struktural dengan NU.

c.       Pertemuan tersebut juga membentuk pengurus CU Amanah Tongas sementara yaitu :

Ketua                           : Abdur Rahman (Tokoh sepuh NU)

Wakil Ketua                : Hariyono (Nelayan)

Sekretaris                     : Alfan Fauzi, SE (IPNU)

Wakil Sekreatris          : Misbahul Munir, AA (PC Lakpesdam NU Kab. Probolinggo)

Bendahara                   : Masliha (Fatayat NU)

Pengawas 1                 : Nyai Qomariyah (Fatayat NU)

Pengawas 2                 : Habibullah (LP Ma’arif NU)

 

Pertemuan itu juga memutuskan tentang Simpanan Pokok sebesar Rp. 10.000,- dan simpanan Wajib sebesar Rp. 5.000,-., dan undangan yang hadir (sebanyak 20 orang) langsung menjadi anggota dengan membayar simpanan Pokok, sehingga terkumpul uang sebesar Rp. 200.000,-, sementara itu simpanan wajib masih belum dibayar.

 

Sejak tahun 2002 itulah para pengurus baru yang ditunjuk mulai bergerak untuk sosialisasi CU, namun masih belum beroprasi karena keterbatasan dana dan tempat sebagai kantor masih belum menemukan yang tepat. Hal ini berlangsung sampai tahun 2004 dan saat Misbahul Munir sudah tidak di Lakpesdam NU Kab. Probolinggo, akhirnya perintisian CU yang di Inisiasi oleh PC Lakpesdam NU Kab. Probolinggo, dilepas akibat pergantian pengurus. Akhinya, Misbahul Munir dan kawan-kawan sepakat untuk mengaktifkan kembali Forum Silaturrahim Warga NU (Fosnu) Probolinggo yang dulu pernah ada sebagai wadah dari aktifis NU yang berada dimana-mana. Fosnu periode pertama di ketuai oleh H. Arif Umar BA, periode kedua dipegang oleh Drs. H. Ali Muhtar, SH, MH dan kemudian lama tidak terdengar aktifitasnya. Oleh karena itu maka Misbahul Munir, AA dan kawan-kawan meneruskan perjuangan Fosnu Probolinggo serta meneruskan kerjasama dengan SPTN HPS Yogyakarta dalam pemberdayaan tani nelayan di Tongas.

 

Pada tanggal 12 Pebruari 2004, CU amanah Tongas secara resmi berdiri dengan menempati kantor di rumah sang Ketua (alm. H. Abdur Rahman Nur) dengan cara numpang di satu kamar depan. Pembukaan CU ini dilakukan setelah melalui berbagai macam kegiatan untuk sosialisasi CU selama dua tahun sejak 2002 sampai 2004 dengan modal awal sebesar Rp. 3.200.000,- yang diperoleh dari :

1.      Simpanan Pokok anggota (20 orang di tahun 2002) sebesar Rp. 200.000

2.      Tabungan Fosnu Probolinggo sebesar Rp. 3.000.000,-

 

Dari modal Rp. 3.200.000 itulah CU Amanah tongas berdiri dan alokasi modal itu diperuntukkan :

1.      Modal usaha untuk di putar   : Rp. 1.200.000,-

2.      Pembelian 1 unit Komputer   : Rp. 2.000.000,-

Pembelian Komputer ini bersifat wajib karena sistem pembukuan memakai program yang telah tersedia di CU, Program sementara memakai milik CU (Kopdit.Koperasi Kredit) Sawiran.

 

Dalam proses pelayanan di CU Amanah Tongas ternyata mengalami kendala di sistem program dan setelah beberapa kali ke Sawiran untuk memperbaiki program, akhirnya oleh Pihak Sawiran di Rekomendasikan untuk belajar ke CU yang ada di Kota Probolinggo yaitu Kopdit Mandiri Kota Probolinggo. Setelah melalui serangkaian perkenalan dan kerjasama, akhirnya Kopdit Mandiri melalui ketua dan Manager pada saat itu (Suster Teodhora dari SPM/Santa Perawan Maria) bersepakat untuk dilakukan pendampingan selama satu tahun. Akhirnya CU Amanah Tongas dalam pengawasan dan pembinaan Kopdit Mandiri selama satu tahun sampai Rapat Anggota tahunan pertama tahun 2005. Sejak itulah CU Amanah Tongas selalu belajar dan konsultasi (termasuk semua permasalahan yang dihadapi) kepada Kopdit Mandiri Kota Probolinggo. Untuk pemberitahuan tentang berdirinya CU Amanah Tongas sudah dilakukan ke pihak-pihak terkait termasuk Dinas Koperasi dan UKM Kab. Probolinggo.

Additional information